Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Ayo Latih Kemampuan Komunikasi si Kecil lewat Role Play

Apa itu Bermain Peran

Lewat kegiatan bermain peran atau dikenal dengan ‘role play’, anak belajar sambil bermain. Role play adalah jenis permainan berpura-pura di mana anak-anak masuk ke karakter dan bertindak sesuai peran atau konteks yang mendekati kehidupan nyata . Bermain peran adalah kegiatan aktif, artinya setiap orang dalam yang terlibat harus berpartisipasi secara aktif untuk membangun keseruan selama permainan.

Kegiatan bermain peran terkati dengan kemampuan sosialisasi. Mereka akan masuk ke karakter dan menggunakan role play untuk merumuskan, mengembangkan dan mempraktekan pengetahuan mereka tentang topik yang dimainkan. Sehingga, saat bermain peran, anak akan berbicara seperti karakter atau orang yang diperankannya sesuai apa yang ia dengar dan alami di dunia nyata.

Dia akan mecoba mengulangi dialog yang biasanya ia lihat dan dengar dalam keseharian. Bila dia merasa berhasil memerankan dengan baik apa yang diperankannya, akan tumbuh rasa percaya dirinya dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Lewat peran inilah dia bisa memperluas kotakata yang dimilikinya. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita dapat dari kegiatan bermain peran :

  • Mengembangkan keterampilan komunikasi dan bahasa
  • Memungkinkan anak-anak untuk bertindak dan memahami situasi kehidupan nyata
  • Memungkinkan anak-anak untuk mengeksplorasi, menyelidiki dan bereksperimen
  • Mengembangkan keterampilan sosial sebagai anak-anak dengan berkolaborasi dengan orang lain
  • Anak-anak belajar untuk berempati dengan orang lain, mengambil bagian dalam kegiatan bermain peran berarti orang tuan mengambil peran karakter yan akan mengajarkan anak-anak tentag empati dan pemahaman perspektif yang berbeda
  • Mendorong anak-anak untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka dalam lingkungan yang santai
  • Mengembangkan kesadaran anak-anak dari diri mereka sendiri dan orang lain

 

Peran Aktif Orang Tua

Seperti disebutkan sebelumnya kegiatan ini merupakan kegiatan aktif. Kekreatifitasan kita sebagai orang tua diperlukan, terutama saat anak kita masih di usia pra-sekolah. Pada usia ini pengetahuan mereka mengenai konflik untuk membangun jalan cerita masih sangat terbatas. Karena itu, kita sebagai orang tua harus terlibat aktif membangun jalan cerita dan mengkondisikan jalannya permainan. Berikut beberapa ide bemain peran yang bisa dilakukan di rumah :

  1. Restauran/Rumah Makan, si kecil bisa berpura-pura menjadi chef dan anda menjadi pengunjung restaurant. Biarkan dia sibuk menyiapkan makanan, dari mulai memotong, memasak, menghidangkan hingga mencuci peralatan makan. Anda bisa membeli ataupun menyewa kitchen set yang lengkap dengan peralatan masak serta meja untuk Anda duduk sembari bermain.
  2. Rumah Sakit, si kecil bisa berpura-pura menjadi dokter dan Anda menjadi pasien. Buat dialog tanya jawab seperti “sakit apa”, “obatnya diminum berapa kali sehari”, “iya, saya susah tidur dok” dan biarkan dia sedikit demi sedikt mengerti alur cerita yang dimainkan.
  3. Polisi, entah kenapa  genre action selalu menjadi salah satu genre favorit anak. Bisa jadi, karena ada unsur dramatisasi serta ketegangan yang ditampilkan dalam film-film action. Karena itu, mengajarkan jahat-baik lewat permainan polisi-penjahat, pasti membuat mereka bisa tertawa dan bergembira.
  4. Pemadam kebakaran. Pantang pulang sebelum padam, itulah slogan para pahlawan yang menjadi tumpuan masyarakat saat tertimpa musibah kebakaran. Anda bisa memfasilitasi permainan agar alur cerita lebih seru. Sebuah mobil-mobilan pemadam kebakaran pasti akan membuat suasana semakin asyik dan ceria!
  5. Toko/Supermarket. “Jualan..jualan..” jual beli pasti menjadi kegiatan yang sudah bisa dengan mudah dipahami anak sejak kecil. Mereka yang sudah terbiasa menemani orang tua mereka ke mini market ataupun swalayan, pasti mulai bisa meng-copy dialog-dialog sederhana yang terjadi. Anda bisa menambahkan property seperti mesin kasir, keranjang, dan trolley layaknya situasi nyata untuk menambah keseruan.
  6. Bengkel. Kegiatan yang berurusan dengan mengendarai mobil menjadi salah satu acuan anak akan memori ayah mereka. Sebuah work station atau mainan bengkel-bengkelan, bukan hanya menjadi penambah seru, tapi juga melatih motorik halusnya. Lewat kegiatan memalu, membuka baut dan memutar obeng dia melatih kemampuan untuk fokus, tidak menyerah, dan belajar mengenai problem-solving.

   

 

Tentu saja bila dibandingkan bermain perosotan ataupun ayunan, jenis permainan ini lebih merepotkan bagi kita sebagai orang tua. Anak tidak bisa dilepas begitu saja bermain sendiri sementara kita asyik berbincang ataupun menonton TV. Untuk itu, tidak ada salahnya Anda membeli atau menyewa beberapa alat permainan penunjang seperti mobil-mobilan, bengkel-bengkelan, dapur-dapuran guna membangun alur cerita permainan.

 

Ingat, kemampuan komunikasi adalah kemampuan esensial yang harus difasilitasi perkembangannya. Karena itu, jadikan kegiatan bermain peran ini sebagai salah satu kegiatan favorit mengisi quality time Anda dan sibuah hati.

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


 

Artikel Terkait

    Diposkan: 2016-05-25 10:34:02 ; Dibaca: 1040 kali
  • Penjelasan mengenai tantrum yang biasa dialami anak
    Diposkan: 2016-05-07 13:50:57 ; Dibaca: 770 kali
  • Temukan cara melatih konsentrasi anak berdasarkan usianya

 

Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim
.