Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Hal yang harus diperhatikan anak dalam bermain perosotan

Saat ini taman bermain yang ramah anak semakin marak bermunculan di daerah perkotaan seperti Jakarta, Depok, Tangerang dan Bogor. Dengan adanya fasilitas seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit hingga outbond kecil-kecilan di area bermain, kita jadi memiliki alternatif untuk memberikan kegiatan pada anak-anak kita. Namun, tidak jarang kegiatan bermain di playground berujung dengan tangisan. Entah karena rebutan mainan, didorong ataupun terjatuh sendiri.

Tapi, adanya resiko tersebut tidak seharusnya menghalangi kita untuk mengajak mereka bermain, karena kegiatan bermain di playground seperti ini selain baik untuk perkembangan motorik anak, juga berguna untuk melatih kemampuan bersosialisasi dengan anak sebaya mereka.

Buat anak saya, perosotan adalah mainan favoritnya! Nah, untuk membuat kegiatan bermain menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk mengenalkan etika dalam bersosialisasi, berikut ini adalah beberapa hal yang saya ajarkan kepada si kecil :

1. Antri

Ya, budaya antri adalah kebiasaan yang harus ditanamkan sejak kecil. Come first, serve first. Menanamkan aturan itu sejak dini akan membuat anak kita tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain, waktu, dan usaha.

Bagaimana jika kita mendapati anak kita diserobot oleh anak lain? Anda bisa ajarkan mereka untuk menegur anak tersebut secara baik-baik, agar mereka tahu bahwa dia memiliki hak untuk mendapat giliran lebih dahulu. Jika ternyata si  anak tersebut tetap menyerobot dan malah berprilaku agresif, yang anda harus lakukan adalah menjaga keselamatan anak anda. Tidak perlu merasa bertanggung jawab untuk menasihati anak lain. Yang penting kita sudah mengikuti aturan dan berbuat yang terbaik, tanamkan itu juga pada anak anda.

 

2. Hargai orang lain, setelah sampai dibawah segeralah berdiri.

Menghargai orang lain adalah kebiasaan yang sangat penting untuk ditanamkan sejak dini. Jangan halangi hak anak lain untuk bermain. Kita harus bisa membuat anak kita mengerti bahwa area playground adalah area umum, dimana semua orang memiliki hak yang sama untuk bermain. 

Jika dia melihat adanya anak lain yang menginginkan mainan yang sedang dia mainkan. Anda bisa mengajarkannya untuk berempati. Tidak perlu dengan segera menyudahi permainan, tapi jika kita melihat ada orang lain yang mengantri ada baiknya kita jangan berlama-lama, apalagi dengan sengaja. Karena, jika kita ingin dihargai, maka kita harus mau dan bisa menghargai orang lain.

 

3. Naiklah dari tangga, karena perosotan adalah tempat untuk turun.

Aturan penting untuk diikuti, bukan dengan tujuan untuk mengekang anak, tapi untuk membuat semuanya berjalan tertib. Saya mengerti beberapa anak yang masih bayi sering dibiarkan atau bahkan di taruh langsung oleh orang tuanya di atas perosotan tanpa melalui proses menaiki tangga karena alasan keamanan. Ini tentunya tidak bisa disalahkan karena tangga yang ada di playground biasa memang dirancang untuk usia 3-5 tahun. Tapi, buat saya penting untuk mengenalkan proses “menaiki tangga” sebagai bagian dari proses bermain perosotan. Anak harus tahu bahwa mereka harus berusaha menaiki tangga, untuk bisa merasakan sensasi meluncur. Karenanya saya menyarankan untuk memberikan fase bertahap belajar meluncur pada anak di mulai dari perosotan pendek, yang memiliki 1 anak tangga saja. Saat usia 1 – 1.5 tahun perosotan dengan satu anak tangga cukup aman untuk mereka naiki secara mandiri (tanpa dipegangi). Saat dia sudah terlihat mahir, baru kita naikan levelnya menjadi 2 anak tangga dan seterusnya.

Sayangnya, tidak semua playground menyediakan perosotan kecil sesuai usia anak. Karena itu mungkin solusinya harus disediakan sendiri oleh kita. Jika membeli dinilai tidak efektif, kita bisa menyewanya, sehingga kita bisa menyediakan jenis perosotan sesuai perkembangan usia anak.

 

Semoga dengan mengenalkan etika sejak dini pada anak lewat cara mereka bermain, kita bisa membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri, berempati dan memiliki tanggung jawab smiley

 

 

 

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim
.