Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Kenapa MPASI di mulai saat bayi berusia 6 bulan?

Saat bayi menginjak usia 6 bulan, idealnya berat mereka sudah lebih dari dua kali lipat dari berat mereka saat lahir. Karena itu, sejak tahun 2001 WHO mengerluarkan aturan bahwa usia ideal anak mulai diberikan makanan pendamping selain asi adalah 6 bulan. Berikut ini beberapa bahaya yang berpotensi terjadi bila kita memberikan MPASI terlalu dini :

  • Bayi lebih rentan terkena berbagai penyakit. Saat bayi menerima asupan lain selain ASI, maka imunitas/kekebalan yang diterima bayi akan berkurang. Pemberian MPASI dini berisiko membuka pintu gerbang masuknya berbagai jenis kuman, belum lagi jika MPASI tidak disajikan secara higienis. Banyak penelitian yang menyatakan pemberian ASI eksklusif melindungi bayi dari berbagai penyakit seperti penyakit pernafasan, infeksi telinga dan penyakit saluran pencernaan yang umum diderita anak-anak seperti diare.
  • Berbagai reaksi akibat sistem pencernaan bayi belum siap. Bila MPASI diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan bisa menimbulkan berbagai reaksi seperti diare, sembelit/konstipasi, timbulnya gas, dan lain-lain. Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Berbagai enzim seperti amylase, enzim yang diproduksi pankreas belum cukup ketika bayi belum berusia 6 bulan. Begitu pula dengan enzim perncerna karbohidrat (maltase, sukrase), dan lipase serta bile salts untuk mencerna lemak.
  • Bayi berisiko menderita alergi makanan. Memperpanjang pemberian ASI eksklusif menurunkan angka terjadinya alergi makanan. Usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih “terbuka”, antibodi (sIgA) dari ASI bertugas melapisi organ pencernaan bayi & memberikan kekebalan pasif, mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan usus terjadi. Bayi mulai memproduksi antibodi sendiri & penutupan usus terjadi saat bayi berusia 6 bulan.
  • Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan. Pemberian MPASI dini sering dihubungkan dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak.
  • Persentasi keberhasilan KB/pengaturan kehamilan alami menurun. Pemberian ASI eksklusif biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan secara alami. Saat MPASI sudah diberikan maka bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif sehingga persentasi keberhasilan KB metoda alami ini akan menurun.
  • Bayi berisiko mengalami invaginasi usus/intususepsi. Invaginasi usus/intususepsi adalah keadaan di mana suatu segmen usus masuk ke dalam bagian usus lainnya sehingga menimbulkan berbagai masalah kesehatan serius dan bila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kematian. Walau penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun hipotesa yang paling kuat karena pemberian MPASI yang terlalu cepat.

Lalu, bila ASI memang memiliki daya imunitas yang sangat berguna bagi tubuh bayi, bolehkah kita menunda pemberian MPASI? Jawabannya, tidak. Nyatanya, memang ada gap (kesenjangan) kandungan nutrisi yang dimiliki oleh ASI serta kebutuhan yang dimiliki oleh bayi di atas 6 bulan. Salah satu gap yang paling mencolok ada pada zat besi. Padahal jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi dengan baik, bayi memiliki risiko menderita Anemia Defisiensi Besi (ADB). Karena zat besi berperan penting dalam pembentukan sel darah, perkembangan kecerdasan dan mental, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain kandungan nutrisi yang memang meningkat, penangguhan masa mpasi juga berakibat pada terhambatnya fungsi motorik oral bayi. Padahal di usia 6 bulan bayi sudah mulai menunjukan perubahan pada pergerakan lidah dari menghisap menjadi gerakan menelan.

Ingat! Saat memasuki usia 6 bulan biasanya bayi itu sendiri sudah mulai menunjukan tanda siap makan, seperti sudah bisa duduk tanpa ataupun dengan bantuan, membuka mulut saat disodorkan sesuatu, serta menggapai apapun yang ada didekatnya dan memasukannya ke mulut. Bila kita terlambat mengenalkan si kecil pada makanan padat, bayi juga berisiko kesulitan untuk menolak berbagai jenis makanan di kemudian hari.

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


 

Artikel Terkait

    Diposkan: 2016-05-25 10:34:02 ; Dibaca: 1040 kali
  • Penjelasan mengenai tantrum yang biasa dialami anak

 

Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim
.