Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Melatih Konsentrasi Anak

Anak-anak terutama di usia batita biasanya memang tidak bisa diam. Mereka memang sedang berada dalam fase eksplorasi. Rasa ingin tahu mereka mendorong merka untuk bergerak ke sana kemari, menjelajah dan mencoba semuanya. Jadi wajar bila mereka kesulitan bila harus mengerjakan satu pekerjaan dalam rentan waktu yang cukup lama.

Tapi bukan berarti fokus tidak bisa dilatih. Kemampuan mempertahankan fokus diperlukan untuk menyelesaikan sebuah tugas. Jika perhatian mudah teralih ke hal-hal lain disekitar, anak akan mudah meninggalkan tugas yang sedang dikerjakannya sehingga tidak berhasil menyelesaikan tugas sampai tuntas.

Tugas kita sebagai orang tualah yang harus memberikan fasilitas untuk melatih kemampuan konsentrasinya. Untuk memberikan rangsangan yang tepat tugas yang kita berikan harus sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Perlu diingat bahwa sebaiknya kita melakukannya secara bertahap dan mulai dari tugas yang kecil dan sederhana.

Usia 6 bulan – 1 tahun

Bayi lahir dengan indera yang belum berkembang sempurna. Karena itu rangsangan yang kita berikan di usia-usia awal kehidupannya terkait dengan kemampuan panca inderanya. Seperti melihat, meraba dan mendengar

  • Melakukan  kontak mata dan ajak ia bicara, saat Anda memberinya ASI.
  • Melihat  gambar dan menjelaskan warna dan bentuk apa saja yang terdapat pada gambar
  • Membunyikan  mainan secara sembunyi hingga menarik perhatiannya. Ini akan membuatnya berusaha menemukan sumber bunyi
  • Membuat halang-rintang dengan menumpuk bantal yang dijejerkan, saat dia mulai merangkak, ini akan menstimulasi anak menyingkirkan bantal agar ia bisa lewat.
  • Mengajarkannya naik dan turun tangga. Ingat saat turun dia harus berada pada posisi tengkurap. Tentu saja kita harus mengawasinya dengan ketat.

Usia 1-2 tahun

Di usia ini, anak sudah mulai bisa mengarahkan daya pikirnya terhadap suatu benda. Namun kemampuannya berkonsentrasi masih tergantung pada daya tariknya. Di usia ini, kemampuan konsentrasinya  berkisar 1-3 menit.

  • Perrmainan puzzle sederhana, dimulai dari puzzle yang memiliki 3-5 kepingan.
  • Permainan   memasukkan   benda, biasanya tiap bentuk memiliki lubang berbeda sesuai dengan bentuknya.Memindahkan bola dari satu keranjang ke keranjang lain.
  • Mengajak bicara secara fokus dan tuntas sampai anak memahami dan memberi respon. Misalnya, “lihat bunga itu, ada yang berwarna merah dan ada yang berwarna kuning kamu pilih yang mana?”

Usia 2-3 tahun.

Menginjak usia 2 tahun kemampuan konsentrasi dan memorinya makin meningkat. Di usia ini anak mampu menyebutkan kembali kata yang terdapat pada lagu yang didengarnya. Kemampuan konsentrasinya  berkisar 3-5 menit. Di usia ini  anak sedang hobi ‘mendua’, meninggalkan aktivitas yang tengah dikerjakan,  saat ada aktivitas lain yang menarik.

  • Dorong dia untuk menyusun puzzle hingga selesai.
  • Minta ia mendengarkan anda dengan utuh dan pancing dia mengulangi apa yang anda katakan
  • Ajak menirukan gerakan yang Anda lakukan.
  • Beri  kesempatan anak untuk belajar mandiri. Dimulai dari aktivitas harian seperti makan, mengenakan sepatu atau sandal serta membuka celana dan baju saat hendak mandi. Ajarkan pula untuk tidak pantang menyerah dan mau berusaha sampai berhasil.

Usia 3-4 tahun.

Melewati usia 3 tahun bisasanya anak sudah bisa mengingat dan mengulang sedikitnya 3 benda terakhir yang berurutan disebutkan. Kemampuan konsentrasinya berkisar 5-10 menit.  Kegiatan fisik diperlukan untuk mengembangkan kemampuan sensori - motorik sebagai salah satu cara mereka bereksplorasi.

  • Tingkatkan juga permainan menyusun puzzle menjadi balok susun ataupun lego
  • Minta anak  menceritakan kembali film yang sudah ditonton atau kegiatan apa yang baru saja dia lakukan.
  • Berenang, karena dapat menstimulasi indera-indera sensoris, konsentrasi serta stimulasi otak kanan dan kiri.
  • Bermain peran, dorong dia untuk memerankan sebuah lakon, dan minta dia menjelaskan situasi yang sedang dia perankan.

 

Jadi, bermain memiliki peran penting bagi perkembangan anak. Lewat bermain anak mencapai milestone sesuai perkembangan usianya. Karena itu sebagai orang tua, tugas kita untuk memberikan fasilitas bagi mereka bereksplorasi lewat berbagai permainan. Membeli boleh, tapi kalau bisa sewa, kenapa harus beli? 

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi


 

Artikel Terkait

 

Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim
.