Produk Sudah Dimasukkan Trolley Belanja
Lihat Trolley dan Bayar
Lanjutkan Belanja
Kategori

Follow Us
  • Youtube_Pok Ame Ame
  • FB_Pok Ame Ame
  • IG_Pok Ame Ame

Pentingnya Highchair pada masa MPASI

Anak Mengerti betul Arti dari “Makan”

Banyak Orangtua yang mengajak anaknya makan sambil digendong atau sambil melakukan aktivitas lainnya seperti bermain. Kebiasaan itu sedikit banyak akhirnya membentuk persepsi anak terhadap makanan. Saat kita menyuapi anak sambil dia bermain atau nonton TV, mungkin anda merasa anak akan lebih mudah disuapi karena dia tengah fokus mengerjakan yang lain. Tapi, pola itu membuat Anda gagal dalam mengenalkan “asyik”nya makan pada anak.

Saat anak terpaksa menghentikan sejenak permainannya untuk Anda suapi. Atau, terpaksa harus memalingkan wajahnya sejenak dari TV karena Anda memintanya untuk makan, mereka akan melihat makan sebagai gangguan. Mereka jadi tidak memahami kegiatan “makan” itu sendiri. Jadi jangan heran kalau semakin lama dia semakin malas dan Anda terpaksa harus mengejar-ngejar dia untuk makan di arena bermain.

Belum lagi soal mengunyah makanan. Saat dia fokus mengerjakan yang lain, biasanya si anak akan membutuhkan waktu yang sangat lama sampai dia berhasil menelan makanannya. Kenapa? Karena dia tidak sedang merasa makan, dia hanya merasa sedang menonton TV atau bermain, sambil “terpaksa” membuka mulut dan merelakan sesuatu masuk ke mulutnya.

 

Menghindari Resiko Tersedak

Tersedak diakibatkan adanya benda yang tertahan di mulut, atau makanan yang harusnya masuk ke saluran pencernaan malah masuk ke dalam saluran pernafasan. Tersedak berbahaya karena mengganggu proses pernapasan. Menurut penelitian yang di lakukan di Centers of Disease Control and Prevention RSCM pada kurun waktu tahun 2012-2015, didapatkan data bahwa karena tersedak sebanyak 34 anak harus di larikan ke ruang IGD (Instalasi gawat darurat). 

Anak yang di biarkan tersedak selama waktu 4 sampai 6 menit mampu berakibat buruk, yakni adanya potensial kuat dalam perusakan otak. Sebab selama waktu tersebut otak tidak mendapat asupan oksigen dari tubuh. Padahal otak memerlukan oksigen untuk menjalankan segala aktivitasnya, termasuk berpikir. Karena itu membiasakan posisi duduk tegak saat makan sangatlah penting.  Terutama pada bayi, karena dia masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri, ataupun mengkomunikasikan apa yang dia rasakan.

 

Membiasakan Anak Fokus dan Duduk Tenang

Makan di meja makan dengan tenang juga bisa mengajarkan anak untuk bisa fokus. Fokus pada proses mengunyah dan menghabiskan makanan. Jika fokus anak mudah teralihkan untuk yang lain, kemampuan konsentrasi anak berkurang. Padahal fokus serta kemampuan beranjak dewasa.

 

Melatih Kemandirian

Anda pernah dengar istilah BLW (Baby Lead Weaning)? Dengan mendudukan anak di High Chair saat makan juga merupakan salah satu tehnik BLW. Anda bisa memberinya potongan kecil makanan ataupun makanan di piring serta sendok. Biarkan dia mencoba untuk menyuap sendiri, dengan begitu Anda mengajari mereka kemandirian untuk bisa makan sendiri.

Tentu saja jangan bayangkan makanan bisa selalu mulus mendarat di mulut mereka. Kotor dan berantakan pasti menjadi bagian dari pembentukan kemandirian saat makan. Bisa jadi  proses ini lebih terlihat sebagai “memainkan makanan” daripada makan. Tapi jangan takut, karena sebuah penelitian menunjukan adanya hubungan memainkan makanan dengan kepintaran anak.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Developmental Science ini menyimpulkan bahwa balita yang bermain dengan makanan mereka akan memiliki IQ lebih tinggi. Lewat kegitan ini mereka belajar mengenai tekstur benda seperti lengket, lembek, cair, padat serta keras. Semua indera seperti peraba, pengecap, perasa bahkan motorik kasar (lewat kegiatan melempat) ikut diasah. Mereka mengenali makanan tidak hanya secara visual tapi juga mengenal teksturnya.

 

Ditulis oleh Asih Nurfitri S.Psi

Penyedia jasa sewa mainan, stroller, peralatan bayi, dan playground untuk acara wedding, pesta ulang tahun, seminar, gathering dan lain-lain. Melayani wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekas


 

Artikel Terkait

    Diposkan: 2016-05-07 13:50:57 ; Dibaca: 780 kali
  • Temukan cara melatih konsentrasi anak berdasarkan usianya

 

Komentar
Tidak ada komentar!
Tulis Komentar
Nama
Email
Komentar Note: HTML tidak diterjemahkan!
Masukkan kata ke dalam box:
Kirim
.